BPJS Kesehatan terus memperkuat kolaborasi dengan rumah sakit di seluruh Indonesia untuk memastikan bahwa peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menerima layanan kesehatan yang setara, tanpa diskriminasi, dan sesuai standar mutu. Melalui sinergi yang dibangun, rumah sakit diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih responsif, ramah, dan mengutamakan keselamatan pasien.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan rumah sakit adalah fondasi penting dalam keberhasilan Program JKN. Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus diberikan secara profesional, tanpa memandang kelas kepesertaan JKN ataupun perbedaan lainnya.
BPJS Kesehatan juga memperkuat mekanisme monitoring layanan di fasilitas kesehatan, termasuk inovasi digital yang memungkinkan peserta memberikan penilaian terhadap kualitas pelayanan rumah sakit melalui aplikasi Mobile JKN. Masukan peserta menjadi dasar evaluasi dan peningkatan kualitas layanan rumah sakit secara berkelanjutan.
Selain itu, rumah sakit didorong untuk memperkuat implementasi standar pelayanan seperti waktu tunggu, alur pelayanan rawat jalan, keramahan petugas, hingga pemanfaatan teknologi pendukung. Hal ini bertujuan agar setiap peserta JKN mendapatkan pengalaman layanan yang lebih baik, cepat, dan nyaman.
Dalam upaya memperkuat sinergi, BPJS Kesehatan secara rutin mengadakan pertemuan koordinasi dengan manajemen rumah sakit. Melalui pertemuan ini, berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi rumah sakit dapat diidentifikasi dan diselesaikan bersama, sehingga tidak menghambat pelayanan kepada peserta.
BPJS Kesehatan berharap kerja sama yang terjalin dengan rumah sakit dapat terus berkembang dan menghasilkan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pasien. Dengan komitmen kuat dari seluruh pihak, Program JKN diharapkan mampu memberikan perlindungan kesehatan yang semakin berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.